Setelah Covid, Giliran Virus Mematikan Marburg Mulai Mengancam  Simak Yuk Penyebab dan Gejalanya

Rabu, 29 Maret 2023 | 16:33:32 WIB
Ilustrasi (dok:net)

JAKARTA (SURYA24.COM)- Virus Marburg Tanzania adalah virus yang menimbulkan penyakit yang serius dan bahkan fatal pada manusia dan hewan. Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1967 di desa Marburg, Jerman, ketika beberapa orang yang bekerja di laboratorium yang sama mengalami gejala penyakit yang tidak biasa. Setelah diteliti, virus yang menjadi penyebabnya dinamai virus Marburg, karena tempat di mana virus ini pertama kali ditemukan.

Sejak kemunculannya, virus Marburg telah menyebabkan beberapa wabah di Afrika, termasuk di Tanzania. Wabah terakhir terjadi pada tahun 2017 dan menyebar di beberapa wilayah di Tanzania, termasuk Dar es Salaam dan Zanzibar. Wabah ini menyebabkan sedikitnya 2 kematian dan memicu kekhawatiran tentang penyebaran virus di wilayah tersebut.

Virus Marburg merupakan virus RNA yang termasuk dalam keluarga Filoviridae, yang sama dengan virus Ebola. Virus ini menyebar dari hewan ke manusia, terutama melalui kontak dengan darah, lendir, dan cairan tubuh lainnya dari hewan yang terinfeksi. Hewan yang menjadi reservoir virus Marburg belum sepenuhnya diketahui, namun kelelawar dianggap sebagai salah satu kemungkinan besar.

Gejala awal infeksi virus Marburg mirip dengan gejala flu biasa, seperti demam, sakit kepala, mual, dan kelelahan. Namun, dalam beberapa hari, gejala akan memburuk dan menyebabkan pendarahan yang parah dan kerusakan organ. Kematian dapat terjadi dalam waktu satu minggu setelah timbulnya gejala.

Sampai saat ini, tidak ada pengobatan khusus untuk virus Marburg dan vaksinnya belum tersedia. Oleh karena itu, tindakan pencegahan menjadi sangat penting untuk mengurangi risiko penyebaran virus.

5 Orang Tewas 

Menyusul wabah di Guinea Khatulistiwa, Tanzania juga telah mengumumkan wabah pertama penyakit virus Marburg Tanzania yang memakan lima korban jiwa di negara tersebut. Bagaimana gejala virus Marburg Tanzania?

Kasus penyakit virus Marburg di Tanzania dikonfirmasi setelah otoritas kesehatan Tanzania melaksanakan uji laboratorium atas laporan penyakit aneh yang menginfeksi delapan orang. Para pasien itu menunjukkan sejumlah gejala seperti demam, muntah, pendarahan dan gagal ginjal.

Lima dari delapan kasus, termasuk seorang petugas kesehatan, telah meninggal dunia dan tiga sisanya sedang dalam perawatan. Sebanyak 161 kontak telah diidentifikasi sebagai risiko terkena infeksi dan dipantau.

 

"Upaya yang dilakukan oleh otoritas kesehatan Tanzania untuk menentukan penyebab penyakit ini merupakan indikasi yang jelas tentang tekad untuk merespons wabah ini secara efektif," ucap Matshidiso Moeti, Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Afrika, melansir laman WHO seperti dikutip cnnindonesia.com

"Kami bekerja sama dengan pemerintah untuk secara cepat meningkatkan langkah-langkah pengendalian untuk menghentikan penyebaran virus dan mengakhiri wabah sesegera mungkin," lanjut Moeti.

Apa itu virus Marburg yang mewabah di Tanzania?

Pada dasarnya, virus Marburg berasal dari keluarga yang sama dengan penyebab Ebola. Tak heran jika kemudian virus ini disebut sangat mematikan. Virus ini memicu penyakit demam berdarah yang cukup fatal. WHO bahkan mencatat tingkat risiko kematian akibat virus Marburg yang kini mewabah di Afrika mencapai 88 persen.

Virus ini pasalnya dibawa oleh kelelawar buah. Hewan satu ini menyediakan reservoir alami untuk virus tersebut. Sementara pada manusia, virus Marburg dapat tertular melalui sentuhan langsung, darah, air liur, lendir, tetesan pernapasan, dan cairan tubuh lainnya.

Infeksi pertama ditularkan melalui seekor monyet asal Uganda yang dijadikan subjek studi yang dilakukan para peneliti. Penyakit ini umumnya menyebar di negara-negara Afrika. Selain di Tanzania, virus ini juga sempat mewabah di Guinea Khatulistiwa, Angola, Republik Demokratik Kongo, dan Kenya.

Gejala virus Marburg

Pada umumnya, virus ini memiliki masa inkubasi bervariasi, dari dua hari hingga tiga minggu.

Pada fase awal penularan, pasien yang terinfeksi akan mengalami sejumlah gejala seperti di antaranya:

- demam tinggi,

- sakit kepala intens,

- kelelahan,

- nyeri otot,

- diare,

- kram perut,

- mual dan muntah.

WHO bahkan menggambarkan pasien pada fase ini tak ubahnya 'hantu'. Mata pasien akan terlihat dalam dan dilanda kelelahan yang ekstrem.

Pada kasus yang parah, pasien biasanya akan mengalami pendarahan di berbagai area tubuh. Beberapa pasien mengalami muntah darah, feses yang keluar disertai darah, hingga pendarahan pada hidung, gusi, dan vagina.

Tak hanya itu, virus Marburg Tanzania yang kini mewabah juga dapat menyebabkan kebingungan dan agresi pada pasien.

Dalam kasus yang fatal, WHO mencatat, kematian paling sering terjadi pada hari ke-8 dan ke-9 setelah timbulnya gejala. Kondisi ini biasanya akan didahului oleh kehilangan banyak darah dan syok.

 Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan meliputi:

-Hindari kontak langsung dengan hewan yang mungkin terinfeksi virus Marburg, terutama kelelawar.

 -Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air setelah melakukan kontak dengan hewan atau benda yang mungkin terkontaminasi virus.

-Jangan berbagi barang-barang pribadi seperti sikat gigi atau gunting kuku dengan orang lain.

-Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, masker, dan kacamata jika harus melakukan kontak dengan orang yang mungkin terinfeksi virus Marburg.

-Jangan mengonsumsi daging dari hewan yang tidak sehat atau tidak matang sempurna.

-Cuci tangan secara teratur dan hindari kontak dengan orang yang mungkin terinfeksi virus Marburg.

Ketika Anda tinggal atau melakukan perjalanan ke wilayah yang terdampak oleh wabah virus Marburg, pastikan untuk memperhatikan tindakan pencegahan dan melaporkan gejala yang timbul segera ke petugas kesehatan setempat. Dengan cara ini, Anda dapat membantu mencegah penyebaran virus .***

 

Terkini